Tampilkan postingan dengan label bikers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bikers. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Oktober 2010

Safety Equipment For 200MPH Rider

pernah gak kalian kepikiran kira-kira kayak apa yah rasanya melaju dengan kecepatan diatas 200MP kayak itu tuh rider-ridernya motoGP macam Dani Pedrosssa, Valentino Rossi, Casey Stoner, dkk. kalo lagi riding pake motor sehari-hari aja gw, jujur, cuma berani jarum speedo gak lewat dari 120 KMH...mungkin tenaga masih ada, tapi nyali abis bung.


Gak seperti mobil yang punya seatbelt, airbag, trus nya ada sisi yang melindungi pengendaranya, sepeda motor enggak punya perangkat safety yang selengkap ntu. Makanya, berdasarkan fakta seperti itu, keselamatan para pengendara motor sangat bergantung kepada skill pengendaranya. Selain itu tambahannya dari sepeda motor yang advance, dan “seragam” yang lagi dipake sama si pengendara.
Pembalap dari Repsol Honda mengakatakan bahwa itulah alasannya pembalap sepeda motor dunia memilih perlakuan istimewa, bahkan untuk hal yang paling kecil sekalipun, atas racing suit yang mereka pakai untuk mencegah cedera andai mereka terjatuh.

Helm, sarung tangan, sepatu boot, baju balap, pelindung punggung, elbow sama knee pad, semuanya ini adalah bahan produksi tingkat tinggi yang juga dibuat dengan tekhnologi paling mutakhir saat ini. Kesemuanya itu juga dibuat sesuai dengan ukuran badan tiap-tiap rider, jadi kalaupun terjatuh maka mereka terlindungi sepenuhnya dari semua akibat yang disebabkan oleh kecelakaan di kecepatan tingkat tinggi.

Repsol mengatakan bahwa material yang dipakai itu makin ke depannya akan semakin ringan, semakin kebal, lebih fleksibel, lebih nyaman, dan sebagainya yang keliatannya tidaklah begitu signifikan untuk penggunaan secara umum. Tapi ketika sudah diaplikasikan untuk penggunaan perangkat safety maka lain ceritanya.
Makanya para rider motoGP sekarang sudah gak perlu takut lagi untuk terus buka gas diwaktu speedometer sudah melebihi angka 200 MPH!




Rabu, 06 Oktober 2010

GILA MOTOR


Gila motor, yap mungkin udah pada gak asing lagi denger (ato mungkin ngebaca) web yang satu ini. web yang dibuat untuk mengakomodir para pengguna roda 2 tanpa melihat sekat2 merk, type, bahkan tanpa melihat siapa ridernya. di launching kira-kira 1 tahun yang lalu di tengah keberkahan bulan ramadhan di cafe Race 2 Run SPBU Pancoran tanggal 12 September 2009 yang dihadiri bikers dari berbagai golongan dengan acara hiburan dari live music, pembagian door prize sampai mengambil moment untuk berbagi.

setelah resmi di launch, maka para member dari komunitas gilamotor.com ini pun resmi mengikrarkan diri dengan nama gilmot mania, yang apabila diteriakkan bersama-sama akan menyambung dengan seruan 'greng..greng..greng", seperti kencangnya deru sepeda motor.

seperti layaknya komunitas motor di dunia maya, pastinya pengen dong kita kumpul2 di dunia yang "real", saling berjabat tangan erat, bertatap muka, bercengkrama antar brother, bahkan sukur2 bisa dapet nomer henpon dari sister inceran (i know who did, and amazingly berhasil jadian, what a luck.). maka daripada itu, udah di laksanain 3x kopdar, pertama kali waktu acara launching portal web gilamotor.com di jakarta, lantas diadakan di Bandung 12 Desember 2009 yang lalu, terus berpindah ke Surabaya pada gelaran kopdar selanjutnya.

tapi,, walaopun ini basisnya ada lah web untuk pecinta roda 2 tapi gak selalu kegiatannya harus menjurus mengenai masalah motor. contoh konkritnya adalah waktu kemarin lagi heboh2nya penyelengaaran World Cup 2010 di Afsel sana, Gilamotor mengakomodir para pecinta roda 2 yang juga kebetulan penggila bola untuk nonton bareng perebutan tempat ke-3 dan pastinya juga final WC 2010 Afsel antara Spanyol vs Belanda di KFC Kemang, JakSel. pastinya ada hiburan dari sexy dancer, en pembagian doorprize berupa notebook dari Axio. tuh yang menang si Jay, padahal doi juga yang ngumpulin kupon undian anak2...herman deh eke...T_T. lantas selain itu, gilamotor di webnya juga munculin sosok2 yang selama ini bukan siapa2 menjadi someone...bukannya narsis, tapi gara2 pernah masuk jadi profil bikers di gilamotor gw pernah diajak ngobrol sama orang yang baru gw kenal saat itu juga di parkiran salah satu mol ternama di kota depok...hehehehehe. ato pun juga mengulas mereka2 yang merupakan jagoan dalam hal2 yang berkaitan dengan kebutuhan para bikers...contohnya modifikator, lantas mekanik handal yang bisa mengubah motor biasa menjad motor luar biasa... kalo misalkan ngomongin web, contentnya dari portal gilamotor.com ini sangat lah beragam... mau liat ulasan mengenai balapan roda 2 mulai dari WSBK (superbike), motocross, roadrace alias pasar senggol dalam negeri, sampe ke tingkatan tertinggi motoGP pun ada. Terusnya lagi, baru2 ini dibuat undian dengan tema "Gilamotor Road To MotoGP Sepang", dan lagi2 si Jay termasuk 1 dari 10 orang yang beruntung pergi kesono... hoki bener emang tu orang, gw????

walopun undian jarang menang, kemaren kuis nonton motoGP sepang juga gagal maning, tapi gw bakal setia mangkal disana untuk tetep terus menyapa temen2 penggila roda 2 lainnya. semoga ke depannya gilamotor semakin keren, makin gila membernya, makin gila informasi yang bisa di ambil dari sana, en selalu mengedepankan safety riding juga yah jangan lupa. Gilmot mania.......greng greng greng.


-photo by : dok. gila motor




Selasa, 07 September 2010

which one do you choose, stickerhood or brotherhood


kemaren-kemaren gw sempet terlibat diskusi bareng temen dari beberapa komunitas motor tentang berkurangnya member komunitas mereka secara drastis dalam waktu yang cukup singkat. suatu fenomena yang sudah lama mengakar pada tiap komunitas yang secara resmi mengharuskan para anggotanya untuk melakukan registrasi lantas diberika NRA ( nomer registrasi anggota ) sebaga tanda resmi keanggotan orang tersebut di komunitasnya.

temen gw itu bilang, banyak anak2 baru yang pada awalnya sebelom mereka ikut pelantikan, diklat, ato apalah itu namanya keliatan begitu aktip kopdar. berbagai kegiatan pun dengan semangat membara juga mereka pasti ada di daptar atas untuk absensi.
tapi lantas apa yang terjadi waktu mereka udah dilantik, ketika mereka udah dengan bangga menyematkan stiker ID di tunggangannya,, hilang bagai api disiram air satu ember...kemana kah mereka.

dari sini gw coba untuk iseng2 berpikir,, ngapain coba kalo ikut nimbrung di suatu komunitas hanya untuk ngotor2in dengan tempelan stiker ID. bukan biasanya diawal udah dibilangin, kalo emang niat gabung baru silaken minta stiker tapi kalo misalkan masi mau cuma nongkrong bareng aja juga monggo silaken..toh gw juga punya buanyak kenalan yang modelnya kaya gitu.

stiker perlambang suatu komunitas gak lantas membatasi ruang lingkup pergaulan kita ma meeen, luw orang masi bole kok menclok kesana kemari, nongkrong bareng temen2 dari komunitas lain. ke-braderhut.an ntu tercermin bukan dari seberapa banyak stiker yang nempel di elu, tapi bisa diliat dari seberapa banyak orang yang mau minggir ketika elu teriak2 ada troble di pinggir jalan tengah malem buta. gak harus sesama komunitas, tapi juga bisa dengan orang2 di sekitar lw. karena braderhut itu artinya lebih kepada keluarga, keluarga yang selalu ada disaat kita susah maupun senang.

jadi sekarang, masi mau menclok sana sini demi banyak2an stiker ID... atau mau kelayapan kesana kemari buat sowan2 ke temen2 yang akan selalu ada buat lw???

Senin, 06 September 2010


 
Pasal 59
(1) Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat
dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.

(2) Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
terdiri atas warna:
a. merah;
b. biru; dan
c. kuning.

(3) Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai
tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

(4) Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan
kepada Pengguna Jalan lain.

(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:
a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan
untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian
Negara Republik Indonesia;
b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan
untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan
Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran,
ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan
c. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan
untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol,
pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas
umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang
khusus.

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan, prosedur,
dan tata cara pemasangan lampu isyarat dan sirene
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
peraturan pemerintah.

(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan
lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia.

Basic Life Support



Basic Life Support

Menyelamatkan nyawa itu terbatas.


Artikel ini dibuat dengan hasil membaca dari beberapa web dan blog di internet mengenai P3K, kaitannya dengan Y*ML saat ini kita belum ada semacam pelatihan atau pengetahuan yang baik dan benar tentang P3K, karena saya sendiri tidak punya latar belakang hal tersebut. Waktu kecil dolo ..halah di kepanduan (pramuka) ada diajarkan P3K ..jadi yaa lupa2 inget gitu dech. Mungkin kopdar depan saya akan bawa Bro Nana untuk kopdar dan memberikan pelatihan P3K. Barusan saya telp dia bersedia memberikan pelatihan tersebut.

Saya sering melihat ketika ada kejadian kecelakaan di jalan banyak sekali para penolong kecelakaan yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup sehingga si korban bukannya selamat malah tambah parah apabila para penolong tidak mengetahui prosedur yang benar pada kecelakaan. hehehehehe jangan sembarangan buka helm pada korban kecelakaan jika anda tidak mengerti… ada tahap-tahap yang harus dilakukan.

dibawah ini hasil copy paste :

Sebelum menenangkan korban tentunya kita wajib menenangkan diri sendiri dulu, jadi majulah serta berbicara pada korban tanpa menonjolkan kepanikan, hal ini penting untuk membuat korban merasa safe dan lukanya dapat diatasi, bukan akhir segalanya. Perdarahan sendiri diatasi dengan cara menekan sumber perdarahannya dengan kuat selama beberapa waktu, dengan menggunakan kain yang relatif bersih. Selanjutnya untuk mengoptimalkan penghentian perdarahan, bagian tubuh yang berdarah contohnya kaki kanan, maka ditinggikan (diangkat) dengan cara mengganjal kaki kanan saat penderita ditidurkan.

Jika perdarahan masih berlangsung, ikatlah pangkal kaki kanan tersebut dengan kain yang cukup lebar (jangan yang sempit dan menekan terlalu keras) serta kirim pasien ke UGD terdekat dalam posisi kaki agak diangkat selama dalam transportasi. Jangan pernah membubuhkan luka dengan serbuk apapun seperti kopi, bedak atau apapupun karena perbuatan itu justru mendatangkan resiko perlambatan penyembuhan serta infeksi. Penyebab resiko berbahaya pada penderita perdarahan adalah kehabisan darah sehingga sistem jantung-sirkulasi gagal beredar dengan cukup. Jadi infus adalah penting pada perdarahan yang nyata, oleh karena itu sistem transportasi yang baik ke rumah sakit terdekat diperlukan.

Penderita yang tidak sadarkan diri penanganannya relatif berbeda dan darurat. Ketika menghadapi penderita semacam ini, yang pertama dilakukan adalah cek kesadaran penderita, misalnya menepuk-nepuk bahu sambil memanggil namanya. Jika tidak ada respon, berarti penderita dalam penurunan kesadaran relatif berat (kecuali jika penderita habis minum alcohol jumlah besar).

Selanjutnya penderita perlu dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, misalnya dari tengah jalan ke tepian bawah pohon yang rindang. Yang perlu diperhatikan adalah cara mengangkat penderita. Jangan pernah mengangkat penderita sendirian karena hal itu menyebabkan kepala penderita terkulai ke belakang saat diangkat. Hal ini sangat berbahaya! Penderita dengan luka pada kepala, daerah tubuh bagian atas, atau lukamultipel (banyak tempat) harus selalu dianggap ada keterlibatan cedera tulang leher. Tulang leher itu melindungi persarafan bagi bernapas spontan,oleh karena itu jika memindahkan pasien secara sembrono tanpa menopang kepalanya, alih-alih menyelamatkan penderita tetapi malah menghantarkan ia lebih cepat ke dunia lain karena pernapasannya yang terhenti.

Berikutnya aturlah supaya massa tidak mengumpul di sekeliling korban, supaya udara segar dapat dihirup korban. Jangan lupa meminta seseorang menghubungi nomor ambulan darurat 118 atau langsung mempersiapkan transportasi sendiri ke RS terdekat.

Pada korban tidak sadar yang dibaringkan terlentang, umumnya lidah akan jatuh ke belakang dan menutupi kerongkongan akibatnya menutup jalan napas. Tanpa penutupan sebagian adalah terdengarnya suara seperti orang ngorok. Hal ini harus segera diatasi yaitu dengan cara mendongakkan kepala pasien dengan mengangkat dagunya. Posisi ini ditahan selama pasien terbaring. Tindakan selanjutnya memerlukan keahlian lebih lagi yaitu melihat, mendengarkan, dan merasakan apakah korban bernapas dengan cukup. Jika pernapasan tidak memadai, pernapasan buatan mulut ke mulut harus diberikan 2 kali. Lalu cek nadi di leher dilakukan, jika nadi absen segeralah kompresi dada 30 kali diikuti napas buatan lagi 2 kali, begitu seterusnya hingga pertolongan datang. Semua hal di atas harus dimulai sebelum memasuki menit ke-4 sejak kejadian, sebab tanpa napas lebih dari 4 menit, kematian sudah di ambang pintu, atau sudah terjadi kecacatan menetap pada otak.

Apabila korban masih bernapas spontan dan nadi cukup, maka cukup posisi kepala dongak saja yang penting kita pertahankan. Selain itu saat berbaring sebaiknya posisi kaki korban sedikit diangkat dengan diganjal semacam tas untuk memperlancar aliran darah balik ke jantung. Atau korban dapat diposisikan tiduran menyamping (pada satu sisi) dengan catatan tidak ada cedera leher.

Sebenarnya tanpa peralatan yang memadai dan obat-obatan, upaya kita dalam menangai korban yang cedera berat sangat terbatas, tetapi setidaknya kita sebagai manusia sudah melakukan kewajiban kita untuk mengasihi sesama semampu kita. Dan Anda tidak akan pernah menduga seberapa bahagia Anda jika pertolongan Anda itu berhasil menyelamatkan nyawa seseorang di tepi jalan karena tidak ada yang lebih indah dalam hidup Anda dibandingkan pernah menyelamatkan nyawa seseorang. Membunuh itu gampang, menyelamatkan nyawa itu terbatas.